Kamis, 21 September 2017

Luka dan Lupa


Kamu ingat? Sejak kamu memilih kita sebagai kenangan, perlahan aku memunguti kepingan hati yang berserakan. Itu aku lakukan sendirian. Tanpa kamu, tanpa siapapun, kecuali Tuhan.

Mungkin Tuhan sengaja membiarkanku memunguti kepingan yang berserakan. Meskipun dengan tangis yang kulakukan diam-diam. Saat itu aku protes padaNya. Tentang hidupku yang tergores luka yang kamu ciptakan. 

Namun, sekarang aku sadar. Luka yang kamu ciptakan mengajariku banyak hal. Dengan luka aku belajar mencintai diriku sendiri. Luka mengajariku untuk selalu bersabar dalam hal apapun. Dia membuatku berpikir berkali-kali sebelum memutuskan. Sehingga perlahan aku mulai mengakrabinya. Mulai tersenyum saat dia menyapaku. Meskipun terkadang sesekali aku menitikkan air mata karenanya.

Luka yang mulai kujadikan sebagai teman, perlahan memudar. Perlahan aku mulai lupa bahwa aku pernah terluka. Ya, lupa. Aku berusaha melupakan luka yang pernah kamu goreskan. Lebih tepatnya, aku berusaha untuk memaafkan, agar lukaku tak semakin parah.
Dan, ya! Aku berhasil. Memaafkan adalah cara paling ampun untuk menyembuhkan luka. 

Dan jika beruntung, aku bisa melupakan luka masa laluku.
Selamat memaafkan…semoga dengan memaafkan kita bisa berlapang dada.

21 September 2017
Pict by pinterest

#30dwc #30dwcjilid8 #squad2 #day26 #luka #tentangluka #lukadanlupa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar