Kamu ingat? Sejak kamu memilih
kita sebagai kenangan, perlahan aku memunguti kepingan hati yang berserakan. Itu
aku lakukan sendirian. Tanpa kamu, tanpa siapapun, kecuali Tuhan.
Mungkin Tuhan sengaja
membiarkanku memunguti kepingan yang berserakan. Meskipun dengan tangis yang
kulakukan diam-diam. Saat itu aku protes padaNya. Tentang hidupku yang tergores
luka yang kamu ciptakan.
Namun, sekarang aku sadar. Luka yang
kamu ciptakan mengajariku banyak hal. Dengan luka aku belajar mencintai diriku
sendiri. Luka mengajariku untuk selalu bersabar dalam hal apapun. Dia membuatku
berpikir berkali-kali sebelum memutuskan. Sehingga perlahan aku mulai mengakrabinya.
Mulai tersenyum saat dia menyapaku. Meskipun terkadang sesekali aku menitikkan
air mata karenanya.
Luka yang mulai kujadikan sebagai
teman, perlahan memudar. Perlahan aku mulai lupa bahwa aku pernah terluka. Ya,
lupa. Aku berusaha melupakan luka yang pernah kamu goreskan. Lebih tepatnya,
aku berusaha untuk memaafkan, agar lukaku tak semakin parah.
Dan, ya! Aku berhasil. Memaafkan adalah
cara paling ampun untuk menyembuhkan luka.
Dan jika beruntung, aku bisa
melupakan luka masa laluku.
Selamat memaafkan…semoga dengan
memaafkan kita bisa berlapang dada.
21 September 2017
Pict by pinterest

Tidak ada komentar:
Posting Komentar